Monday, April 19, 2021

Awalnya

Hidupku dari dulu sulit. Tidak. Bukan sulit ekonomi. Tapi bisa jadi juga iya. Entah sejak duduk di bangku sekolah kelas berapa aku mulai menatap iri temanku yang mampu-tidak segan untuk meminta segalanya kepada orangtuanya dan bercerita kecewa Ketika keinginannya tidak terkabul.

Umurku 10 tahun ketika Kami jadi tidak lengkap. Sebagian yang hilang itu tanpa kusadari selalu terbawa pada diriku. Umur 12 tahun, 16 tahun, 19, puncaknya di 26. Hari ini.

Aku selalu punya impian untuk menjalani hari tidak lagi sendirian. Walaupun aku selalu bangga karena aku terbiasa. Terkadang aku menertawakan beberapa temanku yang mengeluh bahwa mereka tidak bisa sekalipun pergi ke suatu tempat seorang diri. Melihat itu, aku selalu berbisik dalam hati, “payah”.

Kelas tiga dulu, pernah suatu hari Ibuku tiba-tiba tidak bisa mengantarku ke sekolah. Halnya apa, aku lupa. Aku yang kedapatan jam masuk siang saat itu berbunga-bunga karena akhirnya bisa berangkat sekolah sendirian, bahkan aku berjalan sambil terkadang lompat keriangan sambil bersenandung. Di atas jalan aspal yang banyak ditumpahi batu dari jajaran rel kereta di sampingnya.

Aku tidak tahu bahwa sendirian yang pertama kali itu kadang menjadi suatu penyesalan kalau aku pernah sebahagia itu berjalan sendiri.

2005.

Kalau tidak salah pukul empat, ia mengenakan jaket kulit coklatnya dan bicara padaku “hayu naik motor, teteh pengen kemana?”. Aku saat itu sedang terkesima pada sebuah rental video yang biasa dikunjungi kakakku untuk menyewa VCD, entah itu film, atau music. Aku pernah menemukan dua keping CD yang menarik. Di labelnya ada gambar manga berupa bayi laki-laki, seorang remaja perempuan dan remaja laki-laki, dengan tulisan Ufo Baby episode 1 dan 2. Sengaja aku putar dalam player hitam di bawah tivi yang ia pernah belikan. Sampai episode 2 habis aku duduk di depan tivi. ‘pingin nonton lagi’ pikirku begitu. Maka Kembali Ketika ia menggunakan jaket kulit coklatnya dan bicara kepadaku, aku tertuju pada mal kecil tempat video rental itu berada.

Ia memarkirkan motor maticnya di depan mal waktu itu. Motor matic yang belum banyak orang punya seperti sekarang. Kami masuk ke mal dan aku menuntunnya ke tempat rental video. Kucari keping CD yang bergambar sama, namun tak kutemukan. Aku bilang padanya, “gak ada Pap”. Ia lalu bertanya kepada penjaga rental, dan memberitahuku kalau CD itu sedang dipinjam. Ketika kutemukan raknya, kulihat hanya CD episode 7. Episode 1 dan 2 ada di rumah.

Tak menemukan yang kucari, ia mengajakku ke minimarket dalam mal yang ada di sebelah rental video. “Beli apa aja, terserah mau apa”. Antusias aku berkeliling minimarket, sampai susu bubuk ukuran 500 gram pun ku ambil. Ia tidak protes, berbeda kalau ketika aku belanja dengan Ibu. “asyik akhirnya bisa cobain susu ini juga” kataku dalam hati, karena merk susu itu adalah yang terbaru dan gambar kotaknya lucu. Gambar tengkorak.

Sepulang dari minimarket, kami menggunakan motor matic yang sama. Menyebrangi palang pintu rel kereta lalu belok kiri. Dekat palang pintu kereta banyak ibu-ibu. Mereka menyapa “hey! Habis belanja ya?”. Kuingat-ingat saat itu ia tidak membalas, hanya tersenyum dan terdengar suara kecil tertawanya. Sampai rumah Ibuku heboh melihat apa yang kami bawa. Ibu membantuku menyimpan barang belanjaan di tempat biasanya. Buru-buru kusimpan susu bubuk dengan box biru yang barusan kubeli di dalam cabinet bagian atas. Biar tidak ketahuan kakak.

Malam sekitar jam 8.30 atau lewat, aku mendapatinya terlungkup di atas karpet. Di atas tubuhnya ada kakakku yang sambil berpegang pada tembok, menginjakkan telapak kaki pada punggungnya. Seingatku saat itu aku minta gantian pada kakakku. Lalu ia meledek, ‘aduh! Berat!’. Aku mengantuk, berjalan ke Kasur dan tak lama aku tertidur.

Begitu pulas sampai azan subuh telah lewat beberapa waktu, aku dibangunkan oleh kakak. “Eh, ayo solat subuh.”. Sejak kecil aku bukan orang yang suka menunda, sehingga langsung ku bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. ‘kok sepi’. Tersadar aku mendapati Ia dan Ibu tidak ada. Kutanya kakakku yang nomor dua kemana mereka. “Ke rumah sakit” katanya. “siapa yang sakit?”. “Papap” balasnya lagi. Itu adalah kali pertama aku mendengar salah seorang dari keluargaku pergi ke rumah sakit, tapi tak kuhiraukan. Kuambil wudu dan kulaksanakan sholat subuh seperti biasa. Yang tidak biasa adalah, Ketika salah satu mataku meneteskan air. Aku lupa yang kiri atau kanan. Sempat aku bergumam Ketika air mataku jatuh, ‘hmm?’. Tak lama kuselesaikan solatku dan Kembali tidur karena hari itu aku kebagian masuk sekolah siang.

Pukul 08.00

Lagi-lagi tidurku disanggah oleh Kakakku yang nomor satu (maksudnya yang lahir duluan, bukan yang terbaik). “Hey bangun, ayo kita ke rumah nenek”. Kakak menyuruhku menyikat gigi dan cuci muka. “ga usah ganti baju, gapapa”. Kami lalu jalan berdua ke rumah nenek yang jaraknya cuma sekitar 200 meter dari rumah. Baru sampai 50 meter, nenekku tiba-tiba mengagetkanku karena nenek ternyata ada di rumah bibi. Aku ingat sekali raut wajahnya, gelisah. Matanya berkaca-kaca, pakaiannya tidak rapi. Kakakku menggandeng tanganku saat nenek bertanya “Papap meninggalnya beneran A?”

Tangan yang menggandengku saat itu jadi mendekap tubuhku. Tangan satunya menutup wajahnya, kudengar tangisnya pecah. Saat itu pula aku benar-benar terbangun dari tidur dan mengikutinya menangis. Setelah itu, bahkan sampai saat ini, aku lupa kejadian selanjutnya seperti apa.

Ingat keping CD yang berjudul Ufo Baby? Sampai hari ini CD itu tidak pernah dikembalikan, bahkan sampai rental videonya bangkrut dan berubah jadi restoran. Setelah hari itu aku banyak lupa dengan apa yang baru terjadi di rumah. Kalau berusaha dipikir, hanya sedikit ingatan yang menyayat hati. Suara tahlil, wajahnya yang terbaring, terlelap dengan kapas yang menutupi hidungnya. Aku mencium keningnya karena Kakakku yang menyuruhku. “Hati-hati ya, jangan sampai air matanya jatuh”, kata seseorang.

Aku berjalan ke dapur entah saat hari ke berapa. Kubuka cabinet dan menemukan satu kardus susu bubuk yang belum dibuka. Aku coba untuk membuatnya sesuai intruksi pada kardus. ‘ga enak’, kataku. Padahal sampai saat ini, susu itu adalah barang belanjaan yang paling kuingat, tapi entah mengapa diriku yang berumur 10 tahun tidak begitu menghargainya. Mungkin sampai kadaluwarsa pun susu itu tidak pernah kuhabiskan.

cont.-

Sunday, February 4, 2018

Honest review : Manyo Factory Galactomyces Niacinamide essence, Wardah Hydrating Aloe Vera gel, Derma Angel Acne Patch

Hi all! it's a bit late tonight and I'm so sorry that I almost break another promise about writing the 'next' review about some products I've mentioned in the last post ;p
But I'm writing it right now so hope this can help you 'the flustered' ones when it comes to skincare.

Gue bakal lanjutin dengan bahasa Indonesia gaoel aja yah. Gue sebut lagi kalo tipe kulit gue adalah acne-prone skin, andd produk pertama yang gue review yaitu...

1. Manyo Factory Galactomyces Niacin Special Treatment Essence (namanya panjang banget, ini aja copas dari lapak sebelah ;p)
Gambar terkait
bukalapak.com

Gue mau bilang dulu, gue beli ini karna pengen apa yah, pokoknya pengen ilangin bekas jerawat gitu. Sebelumnya gue pake serumnya Garnier White Complete, cuma gara-gara breakout akibat pake Parasol waktu itu jadi semua produk Garnier yang dipake gue stop dulu. Karna kelamaan ditinggal jadi gak ada niat buat pake lagi, jadi gue nyari serum baru.. Manyo ini bukan serum yah tapi essence (tapi gue gak tau bedanya apa hahaha) sesuai judulnya aja sih. Satu full bottle ini mahal banget buat gue, makanya gue beli yang share in jar dulu di shopee, alhamdulillah banyak yang jual. Seinget gue ini harganya 35000 buat 5ml dan walaupun pakenya boros tp awet aja sih. As you see, warna dari essence ini bener-bener bening banget kayak air. Gak berbau juga. Gue mikir ni gue ditipu gak ya 35000 buat 5ml padahal isinya air putih biasa. Hehe gak deng. Ternyata ada bedanya, yaitu kalo kena kulit telapak tangan ada sensasi keset-keset gitu, keset gak licin gitu yah bukan keset welcome.
Nah untung gue beli yang sample dulu ya, jadi setelah satu bulanan gue pake ini, gak ada perubahan apa-apa. Maksudnya gue gak 'gak cocok' tapi ngaruh juga nggak gitu. Mungkin baru sebulan ya, I dunno, gue ngerasanya kalo pake Garnier efeknya lebih cepet sih. Karna gak ada perubahan apa-apa gitu makanya gue jadi males pake dan mengandalkan masker gue doang buat ilangin bekas jerawat sekarang (i'm not gonna promise another review to post about this). Sekarang masih ada setengah botol si Manyo ini. Beberapa hari lalu gue nyoba pake lagi and then... breakout! Duhhhhile udahlah fix gak aku pake buat muka lagi, paling buat apa ya gatau deh pokonya gue simpen aja jadinya sekarang. Kesimpulannya, awalnya Manyo ni gak ngasih perubahan apapun di gue, tidak seperti claimnya dia, yang bisa kalian cari sendiri, dan ternyata pas dipake lagi malah bikin breakout. Padahal gue suka sama namanya lucu, but sorry to say, bye Manyo!

2. Wardah Hydrating Aloe Vera Gel
Hasil gambar untuk wardah hydrating aloe vera gel
tokopedia.com
 Next ada skincare dari Wardah YANG BARU PERTAMA KALI gue coba. Selama ini gue selalu menghindari Wardah buat urusan skincare, gak tau kenapa enggan aja gitu wkwk. Alasan gue beli ini yaitu untuk mengganti Nature Republic Aloe Vera Gel si rajanya aloe vera gel itu loh. Natrep menurut gue isinya kebanyakan dan gue sekarang lagi gak suka sama yang mesti dicolek-colek (ceila genit yaa). Sempet underestimate sama produk ini, bimbang, galau, gundah gulana antara beli apa  nggak. Tapi sekalinya ke pasar anyar trus liat toko kosmetik elah dalah malah langsung beli wkwkw percuma gue galau yak. Awal-awal pake karna masih takut-takut gitu jadi pakenya dikitttt banget. Sempet gak nerusin setelah pemakaian beberapa kali. Kebetulan beberapa minggu ini Bogor lagi mewek sendu meleulu dan super dingin, dan kulit gue gak bisa tahan kalo kering pasti jerawatan. Makanya tiap malem gue selalu pake ini lagi, dan sampe hari ini jadi pake terus tiap hari. So far enak sih ya, kayaknya cocok juga alhamdulillah wkwk sekali lagi galau gue gak guna banget. Worth to buy lah ya, bedanya sama Natrep tu kalo Wardah gel nya agak lebih kental dan lama nyerepnya. Tapi karna gue gak pernah pake keduanya baik Natrep atau Wardah untuk moisturizer siang (sunblock gue udah ada moisturizernya) jadi gak masalah.. Worth to buy pokoknya! Apalagi buat musim hujan yang dingin banget kalo malem hari, produk ini bisa melembabkan dan gak bikin dehidrasi. Btw sekarang ada design baru tuh ya buat aloe vera gelnya Wardah ini, warnanye lebih ke ijo muda. Jadi gak usah takut produk palsu yaa.

3. Derma Angel Acne Patch Day & Night Pack
Hasil gambar untuk derma angel acne patch
www.thepeachbeauty.com
 Malas berhadapan sama tindakan 'pencet pencit jerawat' yang selama ini gue lakukan (jangan ditiru ;p), jadi gue memutuskan buat beli acne patch biar jerawatnya pecah sendiri aja. Dari beberapa review, derma angel ini katanya acne patch paling bagus yang mudah ditemukan (dibandingkan sama punyanya Nexcare dan Oxy yang bisa dibeli di apotek) gak tau ya kalo dibandingin sama punyanya COSRx karna  males beli onlen. Gak sengaja pas ke Guardian liat ini lagi diskon cuma 28ribuan 1 pack, jadi langsung aja beli 2, yang day sama night. Jadi Derma Angel ini ada 3 tipe, yang day, night, dan gabungan antara keduanya. Nah yang di gambar tu (bukan punya gue) yang gabungan ada patch siang dan malamnya. Kalo gue beli yang pisah, lupa isinya ada berapa. Reviewnya, buat patch day&night sebenernya gak ada bedanya ya kayaknya, soalnya dari komposisinya gak ada perbedaan, gatau deh kenapa dibedain. Jadi acne patch ini berfungsi untuk menyerap nanah nanah menjijikan yang ada dalam jerawat, gak perlu pencet pun nanahnya keluar sendiri sehingga gak merusak jaringan kulit. So far so good sih ya, tapi mesti dipake ke jerawat yang bener-bener mateng banget mateng parah yang kulitnya udah tipis, lembek dan udah bernanah putih putih gitu iewww wkwk biar patchnya berfungsi dengan baik. Atau bisa juga dijadikan sebagai cover jerawat sebelum make up, tapi gue pernah pake ini siang-siang dan dibawa ke kampus, jadinya malah keliatan banget gimana ya ngomongnya, berubah jadi putih gitu warnanya kayak selotip kena aer. Jadi gue pakenya kalo di rumah aja sih. Nah katanya juga kelebihan derma angel tu dia gak gampang copot tapi lebih gampang pasangnya. Emang iya sih dia nempel banget kayak kekasihqu, gampang juga pakenya karna udah dikasih line buat sobekannya, jadi rapi lah ya gitu pas masangnya. Gara-gara beli acne patch ini gue jadi gak pernah lagi mencetin jerawat mateng (which is good ;)) sampe sekarang pas patch nya udh abis pun gue udah menghentikan kebiasaan itu. Oh iya, kalo pake derma angel ini bekas jerawatnya jadi gak lama banget gitu lo ilangnya, apalagi kalo jerawatnya mini ya, seminggu juga dah ilang deh kayaknya. Tapi tetep gak ilang sendiri yah mesti dibantu produk pemutih dan masker tentunya. Boleh dicoba buat kalian yang mau menghentikan kebiasaan pencet jerawat loh, worth to buy!

So itulah review gue mengenai 3 produk di atas. Semoga membantu kalian para pengelana skincare ya.. Disclaimer ya efek yang diberikan produk ke kulit kita tu beda-beda, jadi tetep harus trial and error buat nemu produk yang cocok, tetep semangat yaa!

Thanks for reading xoxoxoxoxo

Friday, December 29, 2017

SKINCARE ROUTINE ACNE PRONE SKIN UPDATE NOVEMBER-DESEMBER 2017


Hallo semuanya! It was like forever since my last post and today I want to tell you about skincare products that I’ve been using since months ago. Sebetulnya gue nulis review ini buat gue sendiri karena gue suka lupa pake produk apa, atau tau gue pernah pake itu tapi nggak inget reaksinya kayak gimana. Since these products were not sponsored by anyone (siapa juga yang mau sponsorin gue yekan) so these reviews are deeply honest and based on my experience. Gue juga punya prinsip untuk pake skincare yang gampang ditemui di warung atau minimarket, kecuali untuk serum yah karena warung mana yang jual serum coba. Produk-produk ini juga sangat affordable, dibawah Rp 50.000 semuanya. Basically semuanya adalah produk over the counter, ngga ada produk dokter atau klinik estetika. Menurut gue produk dokter atau klinik estetika bukan penyelesaian masalah karena kalo berhenti pake ujung-ujungnya malah jelek lagi kulitnya, mahal pula.
Sebelumnya gue mau cerita dulu, sejak gue lulus kuliah oktober lalu, gue jadi nganggur banget di rumah. Antara gara-gara detox minum air lemon selama beberapa hari, atau gara-gara gue nggak dapet mens selama sebulan gara-gara perubahan aktivitas, gue jadi jerawatan lagi. Jerawatnya banyak di daerah dagu dan atas bibir. Jerawatnya tipe yang ada benjolan kecil putih itu loh, sama yang jerawat mendem. Ada hal lain juga yang memunculkan jerawat di gue yaitu BEDAK. Bedak yang baru gue beli yaitu Marcks Travel Jar shade Invisible dan Emina City Chick CC Cake shade Buttercotch  yang gue dapet dari jobfair. Tiap abis pake kedua bedak ini pasti muka gue adla zit nya yang benjolan putih itu. Kayaknya gue alergi sama komposisinya, soalnya kalo gue pake bedak La Tulipe Two Way Cake punya nyokap gue, ngga ada dampak apapun. Kedua bedak ini kalo nggak dipake kan sayang ya, dan keduanya sebetulnya punya oil control yang bagus. Tapi why =( =( jadi gue pake jarang aja dan cuman pake sunblock kalo keluar rumah. Balik lagi ke skincare, buat beberapa skincare yang gue pake ada yang lama dan baru. Menurut gue kalo breakout nggak perlu ganti semua skincare juga, cuma harus stop apa yang bikin jerawatan. Nah buat skincare yang lama yaitu:
·     Viva Milk Cleanser Bengkoang. Gue suka pake ini dari kapan tau. Ini juga bagus karena bisa ngangkat make up dan sangat affordable juga gampang ditemukan di warung.
·        Viva Face Tonic Bengkoang. Sebulan ini gue mulai rutin pake toner setiap abis cuci muka atau kapanpun ketika gue mau. Bisa mengecilkan pori juga mengurangi komedo guys >.< kalo rutin pake ya.
Hasil gambar untuk viva milk cleanser dan toner bengkoang
krasivaya devushka - blogger
·         Sariayu Putih Langsat Facial Foam. Gue udah pake dari sebelom gue skripsian, awal tahun kayaknya (lama kan skripsi gue ;)). Ini kaga bikin kulit kering dan ketarik gitu, walaupun ada busanya. Ya cocok aja pokonya.
Gambar terkait
bukalapak.com

·         Hadalabo Tamagohada Face Wash. Ini juga sama gue pake dari lama, pakenya cuma 2x seminggu buat exfoliate karena kalo tiap hari malah bruntusan.
Hasil gambar untuk hadalabo tamagohada facial wash
nihonmart.id

·         Himalaya Gentle Exfoliating Face Wash/ Himalaya Purifying Neem Scrub buat exfoliate 2x seminggu. Hasilnya biasa aja sih cuma abis pake ini kulit jadi lembutan dan gak breakout. Gue pake ini buat menjalankan kewajiban exfoliate aja.
Hasil gambar untuk himalaya scrub face washHasil gambar untuk himalaya scrub face wash
himalayadirect.com                             amazon.com

·         Benzolac 2½ obat jerawat andalanque. Gue sebenernya bingung mau pake apalagi kalo ngga pake benzolac, karena literally gue udah nyobain hampir semua obat jerawat over the counter. Menurut gue benzolac ini yang bermanfaat tapi nggak banyak efek sampingnya kalo dipake lama kecuali kulit kering di bagian jerawatnya. But I’m fine with that. Benzolac juga bisa ilangin beruntusan di muka gue, dipakenya kayak biasa aja sih ditotol2 di jerawat dan beruntusannya ntar juga  ilang.
Hasil gambar untuk benzolac 2 1/2
tokopedia.com

·         Verile Acne Blemish Cream buat ilangin bekas jerawat. Gue nggak tau yah progres bekas jerawat gue ilang kayak gimana karena tiba2 ilang aja >.< mungkin karena kerjanya ini juga. Tapi nggak instan yah. Sekarang lagi pake tube yang kedua buat bekas jerawat bedebah yang baru ini. Tapi kayaknya bekas jerawat ilang bukan karena pake ini doang sih, plus masker juga.
Hasil gambar untuk verile acne blemish
Daily Hunter - blogger

·         Emina Sun Protection. Tube kedua gue dan sunscreen yang cocok buat gue. Sebelumnya pake Parasol yang ungu dan it totally broke my skin out ;(. Enak banget loh pake ini karena teksturnya kayak body lotion gitu dan nggak padet kaya cream Parasol yang anu kurang bagus etikanya. Oil control sama sekali gak ada tapi yaudalah ya yang penting pake sunscreen.
Hasil gambar untuk emina sunscreen
reliroli - WordPress.com

Nah itu dia skincare yang udah gue pake dari lama. Oh iya btw rangkaian ini juga gue pake semenjak gue breakout gara2 Parasol itu. Nah kalo buat skincare yang baru sebulan gue pake itu:
·         Wardah Aloe Vera Gel

·         Manyo Factory Galactomyces lalalalala Essence (gak hapal kepanjangan wkwkwk)

·         Derma Angel Acne Patch Night and Day
Ternyata cuman tiga yah? Wkwkwk. Kedua produk itu bakal gue jelasin di post terpisah ya. Gue juga bakal post tentang masker yang gue pake setiap hari, biar bekas jerawat gue cepet ilang. Tuntutan wisuda sebulan lagi huft =(
Thanks for reading ya everyone!

Saturday, December 26, 2015

Kaleidoskop (?) 2015


Halooo… kebetulan lagi menggabutkan diri aja ketika lagi nggak ada di kosan dan terbebas dari kegiatan kampus padahal sbnrnya laporan numpuk tapi deadline masih jauh jadi yaudah lah yaa hahaha. Ngga kerasa ya tahun 2015 udah mau beres, di tahun ini banyak banget pengalama yang gua dapetin selama jadi mahasiswa. Pengalaman yang ngga pernah kepikiran bakal dirasain sama gue sendiri, yang biasanya cuma gue liat dari presenter yang nyeritain kegiatan mereka di televisi. Kegiatan yang dilakuin mau di tengah hutan, di gunung, di lembah, di pantai, di laut, pokoknya yang ketika gue masih tingkat satu di kampus pun nggak kebesit sama sekali buat ngelakuin ini. Pengen nyeritain kaleidoskop selama tahun 2015 aja. Sayang kalo ngga ditaro di cloud space, di otak doang kayaknya bakal lupa.
 
Januari – Februari 2015
Waktu ini diisi sama ekspedisi pertama gue di Pulau Jawa. Awalnya ngga mau ikut karena males pas ngedenger kalo tempatnya di tengah hutan yang notabene ngga ada warga, tinggalnya mungkin di tenda dan tidak ada toilet samsek yang pasti bikin lo boker di tanah. Tapi akhirnya gue ikut, taraaaa. 
Nama ekspedisinya itu RAFFLESIA (EKsplorasi Fauna Flora dan Ekoswisata Indonesia) dilaksanain selama 10 hari di Suaka Margasatwa Cikepuh dan dibagi dua jalur yaitu jalur Citireum dan jalur Cikepuh. Gue kebagian jalur Citireum. By the way dalam ekspedisi ini kegiatannya yaitu meneliti keanekaragaman flora, fauna dan mengekspose ekowisata yang ada disana. Gue masuk ke dalam kelompok pemerhati burung yang kegiatannya yaitu pengamatan burung setiap pagi mulai jam 6-10 dan sore mulai jam 3-5. Kalo mau tau press release dari kegiatan Rafflesia ini kalian bisa baca blognya HIMAKOVA, organisasi yang menaungi semua kegiatan ini.
Dimulai dari pamitan sama nyokap, bawa tas carrier 60L yang isinya perlengkapan buat 10 hari disana. Lalu berangkat ke SM Cikepuh, Sukabumi, bareng temen-temen dari Himakova angkatan 49 dan 50 naik truk AU RI selama berapa jam gitu yah lupa. Subuh sampe di resort SM Cikepuh, sarapan, terus baru deh kita jalan menuju camp masing-masing yang jadi tempat tinggal selama rafflesia. Jalan disini beneran jalan kaki, bawa carrier dimana tas carrier gue lebih tinggi daripada kepala sendiri, pake boots dan menapaki jalan desa yang banyak lumpurnya karna waktu itu musim hujan. Kita jalur Citireum jalan kaki dari jam 7 sampe jam 1 siang. Pas di jalan sering bgt yang namanya kejeblos lumpur dan boots yang gue pake itu gedebanget jadi susah buat ngeluarin kaki tapi untung selalu ada yang nolongin hahaha. Jalan kaki selama itu bikin bosen juga karena nggak nyampe-nyampe, tiap kali ngedenger suara ombak kita selalu heboh, “YEEEE PANTAAAIIIII! DIKIT LAGI AYOOO” tapi sampe ngedenger suara ombak yang ketiga kalinya akhirnya ngga ada yng semangatin karena mungkin pasrah kalo suara ombak itu Cuma ‘fatamorgana’. Tapi akhirnya kita sampe di muara, dan beneran, PANTAI! Sampe juga ke mess tempat kita tinggal selama 7 hari kedepan, lokasinya bener2 di pinggir pantai. Cuma ada satu bangunan kosong seluas 4x4 m2 dan ada semacam pos dan dapur juga toilet yang ada sumurnya, tapi sayangnya toiletnya mampet jadi ya itu juga yang ngebuat kami harus gali-gali tanah biar perut lega. Bersyukur uga karena kita dapet mess dan ngga tinggal di dalem dome, istilahnya fasilitas lengkap deh disini. Cuma gaada listrik dan kipas angin aja.
 
Walaupun lokasinya di pinggir pantai tp masih ada semacam pekarangan yang menutupi mess ini, and so you know gue pikir disini bakal dingin taunya mah kagak dan yang pasti disini adalah surga nya nyamuk, satu-satunya makhluk yang bikin ngga betah karena tiap tidur harus nutupin badan pake sleeping bag padahal kondisinya gerah bgt. Daripada bibir jontor sih, yaudahlah dibiasain aja.

Pengamatan dimulai dihari kedua kita sampe disini, pengamatan pagi menelusuri tiga tipe habitat yang ada di SM Cikepuh. Hutan dataran rendah, reparian dan habitat pantai. Jenis burungnya banyak yang belum pernah gue liat selama ini, dan ngeliat burung bagus di habitat aslinya lebih memuaskan daripada ngeliat di kebun binatang. Selama pengamatan disini jenis burung favorit gue adalah kadalan birah, srigunting batu dan absolutely julang emas. Julang emas sangat sangat sangat membuat amazed karna emang burung itu sangat amazing ketika ngeliat dengan mata sendiri di langit yang biru (hiperbola). Burung yang paling dicari selama pengamatan disini, dan ketika nemu itu worthwile banget karna ngga sia-sia bisa ngeliat julang emas sedekat itu.

Ada satu cerita yang bikin gue agak bersyukur sampe  sekarang kalo gue udah ikutan rafflesia ini. Jadi suatu hari, pengamatan pagi kita bakal dilangsungin sama pengamatan sore dan engga pake pulang dulu ke mess. Dan kita bisa istirahatnya di saung nelayan biasa istirahat. Lokasi saungnya ada di sisi pantai ombak tujuh. Pantainya isinya karang tp jernih banget airnya. Ceritanya abis pengamatan gue capek dan kita dibolehin istirahat di atap saung (jadi ini kayak saungnya punya loteng kecil buat tidur) sama nelayannya. Akhirnya gue dan temen gue naik kesitu dan gue ketiduran. Sadar-sadar gue dibangunin sama temen gue buat makan siang dan baru ngeuh kalo gue tidur disitu udah tiga jem. Sangat sangat kebo iwa. Karna tidur kelamaan plus masuk angin karna tidur keangin-anginan sama angin pantai, kepala gue pusing banget, untung bawa obat pusing. Trus minum obat tapi sayangnya pake air yang dimasak pake kayu bakar jd airnya rasa abu banget ahah dan ngerasa obatnya ngga ngefek. Abis makan gue ngga ngerasa kondisi gue baikan trus akhirnya bilang ke salah satu abang kalo gue ngga kuat pengamatan karna pusing dan mual, trus tiba-tiba ada satu orang sok ide yang mau nganterin gue ke mess padahal aslinya dia lagi males pengamatan jadi mumpung ada gue yang sakit ini dia juga bisa ikutan pulang ke mess lebih awal. Orang sok ide itu yang akhirnya jadi kekasih saya sampe sekarang hahahahahahahahhahahahahahahahahaahahahaha malu sumpah tp ditullis aja biar gak lupa. Kenapa bisa gitu? Karna pas nyampe mess itu kita diledek abis gara2 balik berdua dan kenyataannya temen2 pengamatan kita malah ngerekam dari belakang pas kita lagi jalan di pinggir pantai terus videonya disebar dan tara jadi gosip se cikepuh terus abis itu...
ini saungnya
ini pantainya











End of the days di Citireum akhirnya kita beres-beres mess dan packing lagi buat pulang deh. Intinya adalah rafflesia itu ekspedisi pertama yang memberikan pengalaman terbaik karena ujung-ujungnya dari sini gue dapet pacar hahahah no, karena apa-apa yang pertama kali dialamin selalu memberi kesan yang paling berkesan, berkesan karna pengalamannya bagus, karna tempatnya bagus, yang ngebuat sadar kalo mau nemuin tempat bagus emang harus bersusah-susah dahulu, terus pengalaman bagus karna temen-temennya juga bagus, seneng banget bisa ngelaksanain rafflesia bareng temen2 49 dan 50 karna disini ngga ngerasa sendiri dan ngga ngerasa kurang perhatian dan kurang gizi walaupun ketika dapet teh botol pas hari ke lima itu rasanya seneng banget karna tiap hari minumnya aer sumur yang pernah ditemuin bangke hewan biadab di dalemnya. Tapi alhamdulillah kita sehat-sehat aja. Thanks for the experience dan cerita-ceritanya yah temen-temen, gue seneng banget pernah ngejalanin itu bareng kalian walaupun jatah kita kayak gini cuma sekali seumur hidup.
 
Itu cerita rafflesia di bulan januari- februari 2015. Untuk bulan selanjutnya stay tune ya!